Hai hai Liwivers! Absen yuk, siapa aja di sini yang pengen healing ke tempat yang sejuk dan luas?? Kali ini kita punya salah satu rekomendasi sebuah wisata alam legend di area Turen yang memiliki area yang luas dan suasana yang dapat menyejukan hati.
Nama wisata satu ini yaitu Ekowisata Boonpring Andeman atau orang sering menyebutnya dengan Boonpring. Lokasinya berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kawasan wisata Boonpring memiliki luas kurang lebih 36,8 hektar ini, Liwivers sudah dipastikan akan sangat puas saat menghabiskan waktu healing disini.
Dengan lokasi seluas itu, kalian khawatir kalo harga tiket nya mahal? Eits tenang aja, harga tiket untuk masuk ke wisata Boonpring ini masih terjangkau dan super duper ramah dikantong nihh. Dengan harga tiket untuk masuk Rp.5.000,00 untuk anak anak usia 4-12 tahun dan untuk orang dewasa Rp.10.000,00 para pengunjung wisata Boonpring ini sudah bisa untuk keliling area wisata Boonpring sepuasnya lohh. Oh iya ada juga harga untuk tiket parkirnya nih liwivers, tapi tapi tapi kalian gak perlu khawatir karena harga tiket parkir juga sangat sangat terjangkau. Jadi liwivers, harga tiket parkir untuk sepeda motor Rp.3.000,00 sedangkan untuk kendaraan roda empat Rp.5.000,00 aja loh.
Kalau rute gimana yaa? Buat kalian yang mau mampir ke wisata satu ini dari arah kota Malang kalian bisa mengambil rute dari alun-alun kota Malang ke arah Turen dan menuju desa Sanankerto dan mencari banner bertuliskan Boonpring, setelahnya liwivers, bisa langsung belok ke arah gang dan melewati jalan setapak yang ada di sana, kalau ada belokan jalan dan kalian bingung dengan arahnya jangan khawatir, karena akan ada papan penunjuk arah kemana liwivers harus pergi jika menemukan jalan yang agak membingungkan.
Oh iya, liwivers ada yang penasaran ga nih kenapa wisata satu ini diberi nama “Boonpring”? Jadi teman teman, nama Boonpring ini berasal dari gabungan dua kata yaitu “Boon” berarti anugerah dalam bahasa Inggris, dan “pring” dalam bahasa Jawa berarti bambu. Jadi singkatnya, Boonpring memiliki arti “anugerah yang turun di hutan bambu” yang mengartikan adanya harapan baru dari dalam hutan bambu tersebut. Wahh menarik dan unik banget gak sih asal usul nama wisata yang satu ini??
Kalau biasanya bambu dikaitkan dengan hal hal mistis dan angker, tempat wisata satu ini jauh dari kata kata tersebut. Sebab pemandangan yang ditawarkan di wisata ini benar benar dapat mengubah pikiran wisatawan kepada hutan bambu, karena dengan adanya area yang sangat luas ini para pengunjung wisata Ekowisata Boonpring bisa menikmati pemandangan indah dan melakukan sangat banyak aktivitas lohh. Mulai dari permainan flying fox, bola air, bebek air, trampolin, dan masih banyak lagi. Kalau kalian suka berenang, di Boonpring juga ada 3 kolam renang dengan kedalaman yang berbeda. Kalau sudah puas bermain kalian bisa mampir ke hutan bambu yang ada di dekat area Boonpring untuk mempelajari dan membaca beberapa jenis bambu yang ada di dalam hutan bambu tersebut.
Dari kegiatan kegiatan itu, jika kalian sudah merasa bosan dengan permainan ataupun keliling-keliling saja, kalian juga bisa melakukan aktivitas seru seperti memancing, memberi makan ikan, hingga mengambil banyak foto di sekitar area wisata Boonpring, untuk keperluan update medsos kalian lohh. Karena spot foto di sini super duper kece dan gak pasaran tentunya.
Masih bingung soal fasilitas apa aja yang bisa kalian dapetin di sini? Sini deh kita spill fasilitas apa aja yang bisa digunakan oleh para pengunjung Eco Wisata Boonpring. Jadi fasilitas yang ada tempat parkir yang luass banget untuk segala jenis kendaraan baik sepeda motor, mobil, sampai bus juga bisa masuk lohh, kemudian ada toilet, mushola, serta gazebo di dekat kolam renang yang dapat digunakan untuk tempat bersantai para orang tua saat menemani anaknya bermain.
Lalu bagaimana ya soal cerita kenapa Boonpring ini berdiri? Kalau kalian penasaran, yuk luangkan waktu kalian untuk membaca cerita singkat wisata satu ini. Jadi liwivers, sumber air di wisata Boonpring ini ternyata sudah ada sejak tahun 1910 pada masa penjajahan Belanda. Setelah Belanda pergi meninggalkan Indonesia, area sumber air yang sebelumnya dikelilingi oleh kebun kopi di tanami pohon bambu oleh masyarakat sekitar untuk menjaga kelestarian alamnya, dari penamanan pohon bambu yang awalnya hanya beberapa saat ini jenis bambu yang ada di wisata ini kurang lebih terdapat 112 jenis bambu loh. Keren banget gak sih liwivers? Kapan lagi ada wisata yang berdiri lebih dari satu abad lamanya.
Ngomongin soal Boonpring ini, kalau kalian berpikir “ah cuma wisata gitu doang, gak ada yang spesial” Jangan salah. Di sini juga ada salah satu kegiatan yang sangat menarik yaitu Festival Ekraf, di festival satu ini para pengunjung dapat mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di Boonpring, kemudian belajar membuat batik di sekolah bambu, jajan di pasar rakyat, dan yang paling gong yaitu penampilan karya seni dari para pemuda pemudi seperti pertunjukan gamelan, tarian tradisional, dan juga band yang bener bener kece semua. FYI featival ini bukan festival tahunan jadii kalau kalian dapat info soal Festival Ekraf dan punya waktu luang, jangan lupa buat mampir dan rasain sendiri pengalamannya yaa Liwivers.
Gimana gimana? Yakin gak mau mampir ke wisata satu ini kalau mampir ke Kabupaten Malang? Sayang banget loh kalau sampai terlewat wisata kece satu ini. Jadi Liwivers wajib memastikan kalau Eco Wisata Boonpring ini bakal masuk ke salah satu wisata yang bakal kalian datangi saat mampir ke Kabupaten Malang utamanya di Kecamatan Turen.
