Sukses hanya bisa diraih melalui gigih belajar

Kerja keras dan doa yang ikhlas

Bukan dengan lamunan.

 

Sejak manusia  lahir di bumi dalam lingkungan keluarga secara otomatis akan mendapat bimbingan dan didikan  oleh orang dewasa disekitarnya, hal merupakan didikan dasar atau pertama yang didapatnya  seperti waktu bayi mendapat bimbingan untuk  belajar tengkurap, belajar bicara, dan berjalan. Selanjutnya masuk fase anak-anak, belajar berjalan, bersosialisasi belajar sepeda hingga memasuki dunia sekolah dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, semua tidak lepas dari yang namanya belajar.

Dikatakan belajar karena definisi belajar adalah perubahan yang relative permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respons. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya, dengan kata lain belajar adalah sebuah proses dari tidak bisa menjadi bisa dan belajar merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dari kita lahir hingga akhir hayat.

Belajar secara umum dibagi tiga bagian, belajar yang di dapat dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga komponen tersebut tidak bisa terpisahkan satu sama lainnya, saling kait mengait dan saling mendukung untuk kepentingan kesejahteran hidup dan kemandirian manusia itu sendiri. Pertanyaannya adalah dari kita lahir hingga saat ini adakah kolerasi yang tinggi dari pendidikan yang diterima dengan kenyataan hidup saat ini tentu beraneka ragam jawabannya tergantung dari perjalanan hidup yang dilakoninya, Ada yang tanpa pendidikan formal hidupnya bisa sukses, ada yang tidak, ada yang melalui pendidikan formal dapat sukses juga ada yang tidak, bahkan ada yang tanpa dua duanya. Lalu pertanyaan ke dua kriteria yang bagaimana seseorang dikatakan sukses ?

Menurut Helmet (2012:32), definisi sukses atau keberhasilan merupakan suatu pencapaian terhadap keinginan yang telah kita niatkan untuk kita capai atau kemampuan untuk melewati dan mengatasi diri dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. Kesuksesan pasti menjadi mimpi setiap orang di dunia ini. Dengan kata lain, sukses bisa dikatakan suatu kondisi jikalau seseorang mampu mendapatkan apa yang diinginkannya. Nah, sekarang bagaimana kesuksesan bagi diri anda sendiri?

Banyak orang mengartikan kesuksesan sesuai dengan pandangan masing-masing. Misalnya, ada yang menganggap seseorang dikatakan sukses jika sudah memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan lain sebagainya. Orang lain lagi mengatakan “aku sukses” jika aku sudah mempunyai jabatan tertinggi. Lain halnya dengan para tani yang hidupnya jauh dari keramaian kota. Mereka mengatakan sukses itu jika panennya berhasil sehingga bisa membiayai anaknya sekolah, bisa mencukupi kebutuhan makan dan minum. Berbeda dengan orang yang hidupnya di lingkungan pendidikan. Seseorang dikatakan sukses jika semua anaknya berhasil mencapai pendidikan tinggi, lulus dengan nilai yang bagus dan bisa membantu saudara dan masyarakat sekitarnya dengan ilmu yang dimilkinya. Tetapi, itu semua bukan satu-satuya ukuran kesuksesan. Lebih dari itu, ada indikator yang menjadi karakter seseorang untuk bisa sukses, yaitu perencanaan dengan pertimbangan dan dorongan yang kuat untuk mencapainya.

Kesuksesan adalah sesuatu yang ingin dicapai setiap orang. Orang yang bisa mencapai sukses tentu akan menjdi kebanggan, baik oleh diri sendiri, keluarga maupun orang di sekelilingnya. Sukses juga dapat meningkatkan rasa percaya diri seseorang, dapat menjadi lentera hidup masyarakat sekitarnya dan dapat meningkatkan kesejahteraan juga kemandirian dalam kehidupannya. Inilah yang mendorong semua orang ingin sukses. Walau untuk mencapainya dibutuhkan proses perjuangan yang panjang. Jadi, kesuksesan adalah sebuah capaian dari proses perjuangan.

Dari paparan di atas, Anda sebagai orang dewasa yang sudah bekerja, ibu rumah tangga, wanita karier, atau anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, apakah ingin sukses meraih impian yang masih menggantung di atas awan?  Itu semua tergantug dari pilihan hidup Anda. Pilihan menjadi orang yang biasa itu sudah banyak, maka jadilah orang yang luar biasa.

Ada beberapa kriteria karakter orang yang ingin meraih mimpi menuju kesuksesan, antara lain sebagai berikut:

  1. Pekerja keras, yaitu karakter yang menunjukkan ketekunan, pantang menyerah, sabar, dalam memperjuangan keinginannya dan tentu saja tanpa mengabaikan doa serius dan pasrah kepada Tuhan.
  2. Kompeten, merupakan kecakapan yang harus diusakan dimiliki dalam rangka mencapai kesusksesan. Misalnya, kalau ingin sukses dalam berdagang maka kecakapan terkait dengan berdagang harus dimiliki seseorang. Kecakapan dapat berupa soft skill yang menjadi dasar pengelolaan barang dagangan dan kepribadian yang dibutuhkan dalam berdagang.
  3. Fokus, kalau ingin sukses mencapai impian memang harus mengupayakan segala daya dan potensi yang ada untuk satu tujuan. Dalam hal fokus, bisa mempelajari prilaku kucing ketika akan menangkap mangsanya. Bukan hanya, menata seluruh angota badannya, tetapi juga seluruh kekuatan matanya tertuju pada sasaran, dan hitungan ketepatan waktu dalam mengerahkan seluruh daya pun menjadi titik tumpu dalam mengambil keputusan yang tepat.
  4. Mandiri, merupakan kompetensi terkait dengan sifat tidak gampang tergantung dan menggantungkan kesuksesan kepada bantuan orang lain. Sifat ini lebih didorong oleh sikap dari percaya dengan kemampuan dan kekuatan diri sendiri. Tentu saja, tanpa mengabaikan potensi kolaborasi, musyawarah, dialog, dan potensi-potensi yang ada di sekitarnya. Tapi yang jelas, mandiri merupakan sifat berani mengambil keputusan sesuai dengan kemauannya sendiri.
  5. Memiliki tekad yang kuat, merupakan sebuah niat yang terpatri dalam diri. Sekali niat hendaknya diperkut dengan keyakinan bahwa niatannya itu bisa dicapai dengan daya upaya yang sesuai. Tekad kuat juga merujuk pada sifat tidak mudah patah semangat. Lebih-lebih gampang terpengaruh oleh issue-issue yang kadang sangat mengacaukan nalar sehat. Jadi tekad juga tentu dalam perjalanannya disertai dengan sifat keimanan seseorang.
  6. Mempunyai tujuan yang jelas, merupakan titik akhir atau goal dari semua gerak dan langkah yang diinginkan. Kalau memang ingin sukses bidang tertentu, maka goal titik akhirnya harus jelas sehingga semua gerak langkah diarahkan pada tujuan itu.
  7. Tidak mudah menyerah, ulet; merujuk pada sikap yang tahap terhadap semua rintangan dan tantangan yang dihadapi. Seterjal dan segarang apapun tantangannya tidak gampang mematahkan semangat kerjanya. Gairah kerja dengan konsisten tetap terjaga baik dalam situasi pasang atau pun surut.

Sekarang mari lebih mengerucut lagi bahasan kita. Kali ini, dikhususkan untuk anak-anak yang duduk dibangku SMA tingkat akhir yang mau meraih bintang dalam karier kehidupan. Posisi anak kelas XII SMA kondisi dimana mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus memilih untuk melanjutkan sebuah proses hidup, karena tidak selamanya akan tergantung pada orang tua. Kelanjutan studi yang bagaimana, kemana jalan yang akan mereka tempuh mau melanjutkan ke perguruan tinggi, kursus, bekerja atau menikah? Pilihan-pilihan itu menghadang di depan mata. Dalam memilihnya dibutuhkan sebuah pemikiran yang matang. Dalam memilih bisa melibatkan banyak pemikiran, misalnya melalui musyawarah keluarga, diskusi dengan kawan dekat, bimbingan guru dan tentu dengan banyak membaca rujukan-rujukan. Hal tersebut dilakukan agar dalam pengambilan keputusan tidak salah dan sesuai dengan bakat, minat serta ciri pribadi yang lainnya. Bukan hanya musyawarah yang dibutuhkan tetapi persiapan yang matang, baik secara akademik, finansial, karakter juga harus mendapat persiapan sejak dini melalui sebuah proses perjalanan hidup mereka. Misalnya kalau masa belajar, ya dengan belajar apa pun itu. Semua akan menjadi matang dan akan lebih mudah dan terarah dalam meraih impian menuju kesuksesan melalui berbagai macam proses.

Ada beberapa poin yang bisa dilakukan dalam rangka menyambut impian masa depan dengan gemilang antara lain :

  1. Menguasai materi baik materi kelas X, XI, XII. Bisa dilakukan dengan belajar sendiri atau mengikuti bimbel yang ada.
  2. Meningkatkan manajemen waktu, maksudnya selalu tepat waktu dalam mengumpulkan tugas maupun pembagian waktu dalam hal belajar dan bermain.
  3. Meminta restu pada orang tua sebelum berangkat sekolah, hal ini sangat penting karena salah satu keberhasilan seorang anak terkandung doa tulus orang tua khususnya ibundanya.
  4. Skala prioritas dalam bergaul dengan teman, memilih teman yang dapat dijadikan motivasi dalam pelajaran maupun motivasi masa depan, bukan teman yang berusaha menghancurkan.
  5. Memperhatikan kesehatan diri dengan maksud makan tepat waktu, memakan makanan yang bergizi, menjauhi makanan yang dilarang agar tidak mengalami sakit.
  6. Tirakat mengandung makna melakukan pembersihan diri dengan lebih banyak mendekatkan diri pada Tuhan, memohon doa agar mudah diberi kelancaran dalam meraih impian masa depannya.

Dengan proses yang terarah, semua impian, cita-cita yang menjadi tujuan akhir kesuksesan akan dapat diraih. Tentu itu semua tetap didasari sikap ketuhanan dan keimanan yang yang tertancap di dalam jiwa. Degan kata lain, kesuksesan tidak turun dari langit tetapi harus diperjuangan dengan laku kerja keras. Hasil akan mengiringi dari laku kerja yang diperbuat. Semoga, semua bisa diridhoi oleh Tuhan.

 

Penulis : Diana Ida Prabawaningtyas

Editor   : Dini Kartika